Gelap, sendirian, sepi, hanya suara yang aku dengar. Dalam hati bertanya-tanya. Berulang-ulang seseorang mengatakan “kamu bias lihat saya?” tapi aku hanya melihat warna hitam.
“ini dimana? Kenapa semuanya gelap?” tanganku mulai bergetar. Lalu, hening. Tak ada suara apapun kecuali tangisan orang-orang. Aku tidak tahu siapa mereka. Entah ibuku, ayahku, ataupun saudara-saudaraku. Tuhan, aku kenapa?
“kamu buta, Sil” rasanya sangat sakit. Aku buta? Mataku? Tubuhku dingin, menggigil, aku menangis sekuat-kuatnya, hingga teriakanku terdengar ke segala penjuru rumah sakit. Ya, aku buta. Aku bias merasakan air mataku tumpah ruah, hanya air mataku.
##